<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/7526274237257862594?origin\x3dhttp://agus-sarwono.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

human activity stock photos
ABOUT ME
Mengenal Hidup Dalam Arti Sesungguhnya dari Masyarakat yang terdiskriminasi oleh sistem yang memiskinkan dan korup. Saat ini Bekerja disebuah Lembaga Swadaya Masyarakat dengan Issue Anti Korupsi dan Pernah aktif dalam Jaringan Kerja Gerakan Lingkungan, Tani dan Nelayan. Photography Adalah Aktivitas Merekam Cahaya, Komposisi Cerita, dan Detail serta Warna Dalam Sebuah Figura. Available for assignments; editorial, documentary, portraits, commercial

click here for my links & archive


“ Seluruh gambar dan informasi yg ada dalam website ini dilindungi oleh Undang-undang HAK CIPTA No. 19 - Tahun 2002 "


Reuncong maker
Ishak Abdullah [57 Tahun] Pengrajin Rencong Tempa Asal Desa Meunasah Blang, Kec.Tanah Pasir, Aceh Utara. sedang menghaluskan Sarung dan Gagang Rencong yang berbahan baku dari tanduk kerbau dengan menggunakan kertas Pasir [Amplas], Minggu, 11 April 2010. Tahap ini adalah tahap pertama untuk menghaluskan gagang dan sarung rencong.

Label: , , , , , , , , , ,

( 01.17 ) Agus Sarwono Minggu, 27 Juni 2010 Comments (0)

Menghaluskan Reuncong

Tengku Ishak Abdullan [57] sedang melakukan proses penghalusan pada Gagang Reuncong Ciptaanya, di Desa Meunasah Blang, Aceh Utara. Reuncong atau Rencong adalah senjata tradisional Aceh. Rencong yang menjadi senjata andalan masyarakat yaitu Reuncong Meucugek, Reuncong Meupucok, Reuncong Meukure, dan Reuncong Pudoi. Dari segi bahan baku, rencong terbagi menjadi dua tingkatan. Sarung rencong untuk Raja atau Sultan biasanya terbuat dari gading dan bagian belatinya dari emas murni. Sedangkan rencong-rencong lain biasanya terbuat dari tanduk kerbau ataupun kayu sebagai sarungnya, dan kuningan atau besi putih sebagai belatinya.

Label: , , , , , , , , , ,

( 01.57 ) Agus Sarwono Rabu, 21 April 2010 Comments (1)

Reuncong


A rencong (Acehnese: reuncong) is a traditional weapon from Aceh, Indonesia. It is slightly similar in appearance to a kris. As with krisses, people attribute mystical powers to rencongs. The rencong is still worn during traditional ceremonies.

A rencong's blade can vary in length from 10 to 50 cm. The blade can be cranked like a kris but sometimes it is straight. It is put in a scabbard that is made of wood, ivory, horn, or sometimes even silver or gold. The rencong is worn in one's belt on the stomach. Acehnese believe the form of the rencong to represent the Basmala. Aceh is also known as "The Land of Rencong" (Tanah Rencong).

Label: , , , , , , , , , ,

( 00.31 ) Agus Sarwono Rabu, 14 April 2010 Comments (9)

my link
monthly archive
credits

agus.sarwono78@gmail.com
agoez78@gmail.com
+628126992667